Profil dan Biodata Lengkap Ravi Murdianto

Ravi Murdianto, kiper timnas U-19 kelahiran Grobogan Jawa Tengah ini mungkin tak terlalu mencolok dibanding pemain lain, namun perannya di bawah mistarlah yang membuat para pemain lain nyaman menjalankan peran masing-masing. Ravi memang tak terlalu mencolok dibandingkan pemain depan seperti Muchlis Hadi maupun sayap lincah seperti Maldini Pali. Berikut ini adalah profil dan biodata lengkap Ravi Murdianto, Kiper Masa Depan Indonesia.
Ravi Murdianto, Saat menjuarai Piala AFF U-19

Dari gelandang dan striker, Berevolusi menjadi Kiper

Ravi yang lahir pada tanggal 8 Januari 1995 di Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah awalnya tidak memilih posisi sebagai seorang kiper melainkan gelandang dan striker. Namun, sejak kelas empat, dirinya kemudian pindah posisi menjadi kiper. Postur tubuhnya yang cukup tinggi menjadi faktor utama.

Profil dan Biodata lengkap Ravi Murdianto
Melihat kemampuan Ravi yang terus berkembang, setelah kelas enam Sekolah Dasar, Ravi bergabung ke SSB Tugumuda Semarang untuk mendapatkan pelatihan yang lebih baik. Setelah kelas dua Sekolah Menengah Pertama, Ravi berhasil lolos seleksi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah atau disebut Diklat Salatiga. Di Salatiga, kemampuannya terus diasah, refleknya semakin baik. Dua tahun kemudian, Ravi ditarik untuk masuk ke Diklat Ragunan. Dari Diklat Ragunan nama Ravi Murdianto semakin terkenal.
Biodata Lengkap Ravi Murdianto
Nama lengkap: Ravi Murdianto
Tanggal lahir: 8 Januari 1995 (umur 18)
Tempat lahir: Tegowanu, Grobogan, Indonesia
Tinggi: 1.83 m (6 ft 0 in)
Posisi bermain: Penjaga Gawang

Sejak lolos seleksi tim nasional Indonesia U-17, dan Indonesia U-19, peran Ravi sebagai penjaga gawang utama di tim nasional junior tidak tergantikan. Bersama timnas Indonesia U-17 dan Indonesia U-19, ia sukses memenangkan turnamen HKFA di Hongkong dan Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013.

Pengalaman Masa Kecil

Ravi Murdianto pernah memiliki pengalaman yang tak akan pernah dilupakan selama belajar sepak bola. Pengalaman itu yakni, dirinya pernah berjalan kaki dari Terminal Penggaron Semarang menuju rumahnya di Tegowanu yang jaraknya lebih dari 20 km.
"Waktu itu kemalaman, dan tidak ada bus. Karena waktu itu belum punya handphone jadi tidak bisa memberikan kabar ke orang tua, akhirnya saya pilih jalan kaki,"kenangnya.
Kejadian itu membuat keluarganya panik, karena sampai jam 21.00 Ravi tidak kunjung sampai rumah. Sang ayah pun berusaha menjemput Ravi, langsung ke Stadion Sidodadi yang menjadi markas SSB Tugumuda, namun tidak ketemu. Beruntung saat perjalanan pulang Sang Ayah bertemu dengan Ravi yang sedang istirahat di Masjid Mranggen.

Menjadi Sang Idola: Gianluigi Buffon

Ravi mengidolakan penjaga gawang timnas Itali, Gianluigi Buffon. Buffon adalah salah satu kiper terbaik dunia dalam 2 dekade terakhir. Kemampuan Ravi di bawah mistar mungkin masih jauh dari Gigi Buffon. Tapi dengan kemauan keras, terus berlatih, dan pengalaman bertanding serta kerendahhatian yang tetap terjaga, bukan mustahil jika suatu saat Ravi Murdianto bisa menjadi salah satu kiper terbaik dunia.
Share on :